Fatwa Haram MUI tentang Facebook ?

Berawal dari kekhawatiran beberapa kalangan, khususnya para orang tua yang menyampaikan kepada MUI mengenai Facebook yang dikhawatirkan menjadi ajang atau biang dari perselingkuhan dan perzinahan sehingga MUI berinisiatif untuk mengeluarkan ‘Fatwa Haram Facebook’ meskipun ini baru wacana dan belum dikeluarkn menjadi fatwa. Kita patut mengapresiasi upaya MUI yang Insya Allah dapat secara bijak menentukan apakah Facebook itu haram atau tidak? 

Kalo boleh usul, menurut saya, Facebook sendiri tidak haram, tetapi penyalahgunaannya itu yang haram.  Tentunya MUI saya percaya akan mengeluarkan fatwa yang merupakan hasil ijtihad yang mendalam dan juga mempertimbangkan banyak aspek yang berkaitan dengan hal tersebut.

Facebook yang merupakan situs jejaring sosial, memang menjadi fenomena tersendiri di dunia maya. Yang dengan facebook tersebut, orang-orang dapat dengan mudahnya bersosialisasi tanpa dipengaruhi oleh jarak. Facebook, yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard pada awalnya menciptakan facebook hanya untuk kalangan terbatas para siswa Harvard College. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, maka penggunaan facebook ini diperluas ke beberapa Universitas atau College yang pada akhirnya seluruh penduduk dunia dapat mengakses serta menggunakan situs jejaring sosial yang bernama Facebook ini. Menjadi fenomenal memang, dimana Mark Zuckerberg yang bernama asli Mark Elliot Zuckerberg seorang pria muda kelahiran 4 Mei 1984 dapat membuat suatu konsep yang brillian tentang suatu website jejaring sosial yang menggunakan konsep foto untuk pembuatannya.

Kembali kepada Fatwa Haram MUI tentang Facebook. Bagaimana pendapat anda ?

10 thoughts on “Fatwa Haram MUI tentang Facebook ?

  1. yaaaaaaahhh….. kalau sudah begitu kata MUI, kita ikuti dong.
    mereka itu kan mengambil keputusannya bukan dari satu orang saja. melainkan atas hasil ijtima’ para ulama. artinya dirundingkan oleh banyak ulama.
    jadi kita yang ilmunya agamanya belum seperti mereka. harus ikut dong. mereka lebih ahli dalam membahas pembahasan Islam. dan konteks pemahaman mereka itu berasal dari Al-qur’an dan Hadits. bukan dari e-book ataupun bacaan duniawi lainnya yang dibuat oleh manusia.
    ya kan….. http://www.niasselatanku.wordpress.com

  2. sepakat bro.. tapi kalo kita punya argumen yang kuat untuk memberikan masukan kepada pihak yang bersangkutan, dalam hal ini MUI, kenapa nggak? sy yakin kalo MUI bisa bersikap arif dalam menyikapi hal ini.

  3. jika memang facebook diharamkan karena penggunaannya yang ‘tidak arif’ kenapa tidak sekalian pengharaman pisau, karena acap kali benda ini digunakan untuk membunuh?
    facebook memang sekarang sering disalahgunakan, tapi kita juga ga bisa nutup mata akan manfaat yang didapat dari fasilitas ini…
    bukankah segala sesuatunya harus dilihat dari sisi maslahat dan madhorotnya? apakah permasalahan tersebut lebih banyak mengandung madhorot ketimbang maslahatnya atau justru kebalikannya?
    saya harap MUI bisa sedikit lebih bijaksana dalam memutuskan suatu fatwa…

  4. Sebetulnya perlu dikaji lagi dalam mengambil keputusan mengenai pengharaman face book itu sendiri. Kalau memang dikarenakan dampak pemakaiannya, banyak sekali hal2 yang bisa terjadi selain yang disebabkan oleh face book, seperti, handphone. Facebook itu sendiri hanyalah sebuah awal dari hubungan, sedangkan untuk hubungan lebih lanjut, biasanya melalui handphone. Maka, jika akar masalahnya dikarenakan ‘pemakaian yang salah,’ bagaimana dengan handphone yang justru di dalamnya bisa menyimpan berbagai hal (video porno, sms vulgar, dll)? Akankah suatu hari HP pun akan menjadi haram?
    Saya harap, MUI bisa lebih dewasa dalam mengambil keputusan.

  5. aya2 wae…tknologi skr kan ud maju…
    tu semua trgantung dr org yg menggunakanny(negatip ato positipkah)..
    negatip = Haram (Jangan)
    positip = halal (boleh)
    khan trgantung dr pribadi masing2…
    gitu aja kok repottt….

  6. Biar pun itu kata MUI ato dari agama…qta jgn mudah menelan suatu pendapat, doktrin,konsep tanpa MEMBUKTIKANNYA.. jgn hanya dilandasi PERCAYA saja…
    qta hrus bsa berpikir cerdas…
    semua trgantung dari pikiran orang yg menggunakannya (negatip ato positip)..

  7. pengeluaran fatwa ulama mengenai suatu hal memang sesuatu yang wajar, apalagi menyangkut kepentingan umat. termasuk mengenai facebook. kalau menurut hemat saya, facebook sama dengan hal lainnya. yaitu mengandung manfaat dan madharat tergantung dari aspek si pengguna. kalau dipergunakan sebagai wasilah untuk menyambung tali silaturahim atau bahkan berdakwah sekalipun, tentu akan sangat bermanfaat nilainya. namun lain halnya apabila digunakan untuk yang berkebalikan.
    oleh karena itu, sebagai masyarakat umum hendaknya kita mafhum dengan adanya fatwa semacam ini. pada dasarnya bukan untuk mengintervensi umat secara utuh, namun lebih kepada upaya preventif dari para ulama agar umatnya tidak terjerumus ke dalam jurang dosa.
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

  8. Facebook itu bkn s’swtu yg haram, t’gantung gmn qt m’manfaatkannya saja, jgn sampai d salahgunakan untuk s’swtu yg m’arah k negatif. Byk kok fungsi lain dr facebook yg positif, misalny utk silaturahmi, da’wah. Jd kembali lg kpd penggunanya masing2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s