Kesehatan

 

Kiwi Fruit Buah Kiwi
Kiwi Fruit Buah Kiwi

 Kandungan Buah Kiwi Tingkatkan Sistem Imun Tubuh

Buah yang memiliki kulit berwarna hijau kecoklatan yang permukaan kulitnya dikelilingi oleh bulu-bulu halus dan isi dari buahnya berwarna hijau dan mengandung banyak biji ini memiliki rasa kombinasi manis dan asam. Sangat segar untuk dinikmati… Yummi…

Buah kiwi, telah diteliti melalui penelitian ilmiah bahwa buah ini yang dikenal dengan nama latin (Actinida deliciosa), memiliki kepadatan gizi paling tinggi dibandingkan dengan 27 jenis lain. Buah ini dapat diolah melalui berbagai cara, contohnya yaitu dijadikan bahan salad, jus, dan juga cara-cara lainnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr.Paul Ia Chance, seorang Professor dari Universitas Rutgers, Amerika Serikat menunjukan bahwa buah kiwi memiliki kepadatan gizi paling tinggi dibandingkan buah lainnya seperti apel, jeruk, anggur, dan mangga, serta anggur. Kepadatan gizi adalah cara yang dipakai oleh para ahli gizi untuk menilai mutu suatu bahan pangan. Semakin tinggi nilai gizi nilainya maka mutu bahan makanan tersebut semakin baik.

Berikut ini adalah Tabel Kepadatan Nutrisi di Dalam Buah dalam 100g

  1. Kiwi                    16
  2. Pepaya               14
  3. Blewah               13
  4. Lemon                11
  5. Mangga             11
  6. Orange               11
  7. Kismis merah    10
  8. Jeruk mandarin   9
  9. Alpukat               8
  10. Jeruk keprok       8
  11. Jeruk Limau         7
  12. Aprikot                7
  13. Jus Strawberry    7
  14. Anggur                7
  15. Raspersi              7
  16. Melon                  6
  17. Kesemek             5
  18. Nanas                  5
  19. Anggur empress    4
  20. Thompson          4

 

 

 

 

Meningitis

Meningitis adalah radang pada selaput yang menutupi jaringan otak dan sumsung tulang belakang. Meningitis karena virus lebih sering mengenai dewasa muda, sementara meningitis yang karena bakteri (bacterial meningitis) lebih sering menyerang anak terutama balita. Meningitis bakterial (bacterial meningitis) cenderung lebih berat dengan risiko kematian atau dapat sembuh dengan gejala sisa atau komplikasi berupa tuli (deafness), buta (blindness), gangguan atau keterbelakangan mental (mental disorders), atau kelumpuhan. Meningitis jenis ini dapat disebabkan oleh bakteri pneumococcus, meningococcus, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib).

Gejala Meningitis pada Bayi

1. Demam

2. Kejang pada tengkuk

3. Rewel atau Gelisah

4. Susah makan

5. Menangis terus menerus

6. Lemah

7. Penurunan intensitas interaksi, dan

8. Ubun-ubun menonjol

Pada anak dapat muncul gejala seperti demam, kejang pada tengkuk, sakit kepala, mual, muntah, bingung atau disorientasi, serangan mendadak, tiduak suka cahaya terang, ruam atau kemerahan di sekujur tubuh dan kesadaran menurun. Pada meningitis bakterial (bacterial meningitis), gejala dapat berkembang sangat cepat, seringkali hanya dalam beberapa jam.

Diagnosis Meningitis

Diagnosis meningitis dengan pemeriksaan pungsi lumbal yaitu pengambilan cairan di sumsung tulang belakang. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan biakan terhadap cairan tersebut.

 

Terapi Meningitis

 Penderita meningitis harus dirawat di ruang intensif. Pemberian antibiotic melalui artery atau pembuluh darah harus segera diberikan (selanjutnya pemberiannya disesuaikan degan hasil pemeriksaan biakan kuman dan tes resistensi obat). Bila pasien dapat bertahan hidup biasanya terdapat gejala sisa seperti gangguan pendengaran sampai tuli, gangguan saraf, keterbelakangan mental, kemunduran intelegensi (kecerdasan), kelumpuhan, hidrosefalus, cerebral palsy dan kehidupan vegetatif.

 

Pencegahan Meningitis

 Pencegahan Meningitis dengan memberikan Vaksinasi Hib, pneumococcus dan BCG.

Imunisasi Hib diberikan pada bulan ke-2, 4, 6, 15 sampai 2 tahun, sedangkan imunisasi PCV diberikan pada bulan ke-2, 4, 6, 12 sampai 18. Vaksinasi terhadap virus mumps dan rubella juga dapat mencegah anak dari meningitis virus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s